P.D (Partai Demokrat) Yang Hampir tidak P.D (Percaya Diri) lagi
Melihat sepak terjang Pansus Century akhir-akhir ini adalah sebuah fenomena yang bisa dipelajari oleh rakyat, disini rakyat bisa menganalisa sendiri karena permainan politik mereka sudah berhasil menempatkan dalam wilayah politik, hanya saja ada satu yang menarik untuk dikaji yaitu Partai Demokrat dan penyataan yang dikeluarkan oleh kadernya.
Sangat wajar jika Partai Demokrat membela Kadernya yang menjadi Presiden tapi efek sampingnya partai sang penguasa negeri ini terlihat sempoyongan, harapan koalisi akan membela ternyata memainkan manuvernya masing-masing, harapan Partai Demokrat hanya tinggal harapan saja, kesepakatan yang ditanda tangani telah diabaikan, ancaman dan jurus yang akan dimainkan oleh Partai Demokrat adalah reshuffle, sungguh sebuah permainan politik yang cantik.
Menurut saya pribadi Partai Demokrat tidak usah mencari-cari dukungan lewat media untuk melawan partai anggota koalisi, jangan mengejek partai koalisi lewat media diluar tugas sebagai pansus. Partai anggota koalisi adalah urusan demokrat dan kawan-kawannya karena saat pembentukan koalisipun tidak ada pernyataan untuk meminta restu rakyat, hanya sekelompok petinggi partai saja yang diajak rembug dan bukan atas nama rakyat.
Sungguh lucu dan terlihat lugu jika pansus Century dikaitkan oleh kesepakatan kontrak partai anggota koalisi, dapat dibayangkan dampak otoriternya karena hak bertanya dan mengeluarkan pendapat dari anggota partai yang berkoalisi dipasung oleh secarik kertas yang ditanda-tangani oleh boss mereka masing-masing. Beruntunglah hal tersebut tidak terjadi, ternyata anggota pansus Century masih mempunyai moral yang cukup bagus, mereka ingin membuktikan bahwa mereka adalah wakil rakyat yang punya komitmen menjadi penyambung aspirasi masyarakat yang telah dirugikan oleh keadaan.

